Tampilkan postingan dengan label kimia(X). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia(X). Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

laporan praktikum kimia  x
 
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1     LATAR BELAKANG
Zat yang mengandung karbon biasanya hanya dari hewan atau pun tumbuhan , maka dari itu  kami ingin menguji coba apakah zat yang berupa garam dan juga gula termasuk dalam senyawa karbon.oleh karena itu perlu  kami melakukan praktikum agar dapat mengetahui apakah zat tersebut termasuk  memang termasuk dalam senyawa karbonkarbon.sehingga kami dapat membedakan antara zat yang mengandung karbon dan yang tidak.
1.2    TUJUAN PRAKTIKUM
di dalam melaksanakan praktikum ini saya mempunyai  tujuan tertentu yang di antara untuk mengetahui apakah gula dan garam termasuk dalam senyawa karbon seperti yang di tuliskan dalam buku yang saya baca  dan utuk memahami lagi apakah senyawa karbon tersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  INDIKATOR KEKHASAN KARBON
Senyawa karbon ialah senyawa  yang dapat di hasilkan dari  hasil pembakaran hewan atau pun pembakaran tumbuhan.pada saat itu sebenarnya  karbon di anggap hanya berasal dari makhluk hidup sehingga senyawa karbon tersebut digolongkan sebagai senyawa organik. Kemudian para ahli menemukan bahwa senyawa karbon        tidak saja  dapat di temukan  dalam tubuh makhluk hidup  tapi, juga terdapat dalam senyawa anorganik, contohnya co2,co dan juga dalam senyawa karbonat, maka dari itu, anggapan bahwa senyawa karbon selalu merupakan  senyawa organik yang kurang tepat. Saat ini telah banyak di temukan senyawa karbon yang berasal  dari bendz mati  dan di hasil dari sintetis di laboratorim atau industri, misalnya plastik, obat-obatan, dan serat sintetis.
2.2   GULA
  Apabila gula di panaskan di atas kompor selama 1 menit lewat 30 detik maka gula  tersebut akan mengalami perubahan yaitu mencair dan setelah beberapa menit kemudian gula tersebut akan mengalami perubahan lagi pada menit ke 5 lewat 45 detik yaitu gula yang telah mencair akan hangus.
2.3   GARAM
Apabila garam dipanaskan di atas kompor selama bebtaerapa menit  tidak mengalami perubahan seprti yang terjadi pada gula yaitu mencair tetapi garam tersebut langsung hangus tanpa mengalami pencairan terlebih dahulu yaitu pada menit ke 5 lewat 57 detik.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  TEMPAT DAN WAKTU PRAKTIKUM
Praktikum kali ini di laksanakan di rumah praktikan  pada hari selasa tanggal 19 april 2011 pada pukul 11.05 WITA.
3.2  ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
            Alat dan bahan yang di gunakan dalam praktikum kali ini yaitu di antaranya :
3.3  PROSEDUR KERJA
            Cara melakukan praktikum sebagai berikut :
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 HASIL PENGAMATAN
       BAHAN
RUMUS  SENYAWA
  PERUBAHAN WARNA
SENYAWA C ATAU BUKAN C
    GULA
        C6H12O6
        HITAM
   SENYAWA C
    GARAM
         NaCL
        ---------
   BUKAN  C
4.2 ANALISI DATA  
     Kekhasan atom karbon dalam suatu senyawa karbon.
Kekhasan itu antara lain :
Q      Mempunyai 4 elektron valensi, sehingga:
©   Karbon mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut: 6C  :  2   4
©   Dalam sistem periodik unsur, C terletak pada periode 2 dan golongan IVA.
©   Atom C mempunyai 4 elektron terluar sehingga memerlukan 4 elektron lagi agar susunan elektronnya memenuhi kaidah oktet. Dengan kata lain, atom C mampu membentuk 4 ikatan kovalen.
©   Karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan berbagai unsur nonlogam, seperti : H, O, N dan golongan halogen (F, Cl, Br, I) bahkan dengan beberapa unsur logam, seperti Mg.
Q      Atom C relatif kecil
Sesuai dengan nomer periodenya, atom C mempunyai 2 kulit atom sehingga     jari-jari atom C relatif kecil sehingga menyebabkan:
J  Ikatan kovalen yang dibentuk atom C relatif kuat. Kekuatan ikatan kovalen bergantung pada jari-jari dari atom yang berikatan, makin besar jari-jari atom makin lemah ikatan yang dibentuknya.
J  Atom karbon dapat membentuk ikatan rangkap dan rangkap tiga.
J Sifat khas atom C yang tidak dimiliki oleh atom lain yaitu kemampuannya untuk berikatan dengan atom C lain sehingga membentuk rantai karbon.
Contoh:
 Rumus struktur propana (CH3CH2CH3)   
              H    H    H
        H - C – C – C - H
              H    H    H
J Atom C dapat membentuk ikatan rangkap baik rangkap 2 maupun rangkap 3, ikatan rangkap hanya dapat dibentuk oleh atom yang relatif kecil yaitu unsur periode kedua dan beberapa unsur periode ketiga.
Posisi Atom karbon
Posisi atom  C berdasarkan jumlah atom C yang diikatnya, atom C dengan 4 ikatan kovalen tunggal dibedakan:
Contoh:              
                                                         Atom C30                             Atom C40                           
                                                                                 CH3
                                               CH3 – CH – CH2 – C – CH2 – CH3
                                                             CH3              CH3
                                     Atom C10
                                                                                       Atom C20
i.            Atom C primer (C10): atom C yang terikat pada satu atom C yang lain
ii.            Atom C sekunder (C20): atom C yang terikat pada dua atom C yang lain
iii.            Atom C tersier (C30): atom C yang terikat pada tiga atom C yang lain
iv.            Atom C kuarterner (C40): atom C yang terikat pada empat atom C yang lain
Pada senyawa hidrokarbon di atas, diperoleh : 5 buah atom C primer (C10), 2 atom C sekunder (C20), 1 atom C tersier (C30) dan 1 atom C kuarterner (C40).
      BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil praktikum ini saya dapat mengetahui berbagai hal atau pun perbedaan antara gula dan garam  yang saya ketahui tentang gula dan garam sama-sama penyedap rasa tapi, setelah  saya melakukan  praktikum ini saya mengetahui bahwa ternyata garam itu bila di panaskan tanpa air tidak akan mengalami  dan jikagula yang di panaskan tanpa air tetap mengalami pencairan  dan dari situlah saya dapat membedakan antara gula dan garam itu sendiri.
5.2  SARAN
Praktikum yang saya lakukan ini hanya mengunakan  2  macam bahan yaitu gula dan juga garam dan saya sangat berharap praktikum semacm ini lebih di tingkatkan lagi dan lebih mengunakan berbagai macam bahan  lainnya. Sehingga kita dapat lebih menambah pengetahuan tentang senyawa karbon bersebut dan untuk lebih memahami karakteristik dari bahan-bahan yang mengandung karbon.

struktur atom (kimia x )


Anda telah mengetahui beberapa unsur dalam kehidupan sehari-hari. Unsur dapat mengalami perubahan materi yaitu perubahan kimia. Ternyata perubahan kimia ini disebabkan oleh paartikel terkecil dari unsur tersebut. Partikel terkecil inilah yang kemudian dikenal sebagai atom.

Seandainya Anda memotong satu butir beras menjadi dua bagian, kemudian dipotong lagi menjadi dua bagian dan seterusnya hingga tidak dapat lagi. Bagian terkecil yang tidak dapat lagi, inilah awal mulanya berkembangnya konsep atom.

Konsep atom itu dikemukakan oleh Demokritos yang tidak didukung oleh eksperimen yang meyakinkan, sehingga tidak dapat diterima oleh beberapa ahli ilmu pengetahuan dan filsafat. Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John Dalton (1805), kemudian dilanjutkan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911) dan disempurnakan oleh Bohr (1914).

Hasil eksperimen yang memperkuat konsep atom ini menghasilkan gambaran mengenai susunan partikel-partikel tersebut di dalam atom. Gambaran ini berfungsi untuk memudahkan dalam memahami sifat-sifat kimia suatu atom. Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut model atom. Marilah kita pelajari satu persatu masing-masing konsep/model atom tersebut.

1. Model Atom Dalton
John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Teori yang diusulkan Dalton:

a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti peluru pada tolak peluru. Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.

2. Model Atom Thomson
Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron. Thomson mengusulkan model atom seperti roti kismis atau kue onde-onde. Suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral. Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

3. Model Atom Rutherford
Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunansusunan partikel bermuatan positif dan negatif.

Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom. Model atom Rutherford seperti tata surya.

Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.

Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

4. Model Atom Niels Bohr
Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr adalah:

a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.

Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.

Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.

Kamis, 12 April 2012

persamaan reaksi (kiia x )



Reaksi kimia merupakan contoh yang paling sesuai untuk perubahan kimia. Pada reaksi kimia, satu zat atau lebih diubah menjadi zat baru. Zat-zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan). Zat baru yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk). Hubungan ini dapat ditulis sebagai berikut.
Pereaksi & Hasil reaksi
atau Reaktan & Produk

Jika larutan timbal (II) nitrat dan kalium iodida dicampur, terbentuk padatan berwarna kuning menyala. Padatan kuning tersebut, timbal (II) iodida, terdapat di dasar gelas kimia, dan cairan dalam gelas kimia adalah larutan kalium nitrat
Jika reaksi kimia yang ditunjukkan pada Gambar 4 ditulis, mungkin akan terlihat sebagai berikut:
Timbal (II) nitrat padat yang terlarut dalam air, ditambah kalium iodida padat yang terlarut dalam air, menghasilkan kalium nitrat yang terlarut dalam air dan timbal (II) iodida padat.
Urutan kata-kata tersebut agak panjang dan tidak praktis. Akan tetapi, semua informasi dalam pernyataan ini penting. Hal yang sama juga terjadi pada sebagian besar reaksi kimia, banyak kata-kata yang dibutuhkan untuk menyatakan semua informasi penting. Akibatnya, para ilmuwan mengembangkan metode menulis cepat untuk menggambarkan reaksi kimia. Persamaan reaksi kimia adalah suatu pernyataan yang menggambarkan reaksi kimia menggunakan rumus kimia dan lambang-lambang lain. Pada pembahasan lambang unsur anda telah mempelajari
bagaimana menggunakan lambang-lambang kimia. Beberapa lambang lain yang digunakan pada persamaan reaksi kimia:
→ menghasilkan
+ ditambah
(s) padatan (s = solid)
(g) gas (g = gas)
(l) cairan atau leburan (l = liquid)
(aq) terlarut dalam air (aq = aquous)
Bagaimana persamaan reaksi kimia untuk reaksi pada Gam bar 3?
Pb(NO3)2(aq) + 2Kl(aq) → Pbl2(s) + 2KNO3(aq).
Lambang-lambang di sebelah kanan rumus-rumus tersebut adalah (s) untuk padatan, dan (aq) untuk larutan, yang berarti “terlarut dalam air”.
Koefisien
Apa arti angka-angka di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi? Ingat bahwa hukum kekekalan massa menyatakan bahwa massa zat tidak berubah selama reaksi kimia. Atom-atom disusun ulang, namun tidak hilang atau musnah. Angka-angka ini, yang disebut koefisien, mewakili jumlah unit masing-masing zat yang berperan dalam reaksi. Misalnya, dalam reaksi diatas, satu unit Pb(NO)3(aq) bereaksi dengan dua
Gambar 4. Gambaran reaksi antara Pb(NO)3(aq) dengan KI
unit KI dan menghasilkan satu unit PbI2 dan dua unit KNO3. Gambar 4 akan membantumu memahami reaksi ini.
Bagaimana cara menentukan koefisien-koefisien dalam suatu reaksi kimia? Dalam bagian berikut anda akan mengetahui bagaimana cara menentukan koefisien pada persamaan reaksi kimia.
Mengecek Kesetaraan Persamaan Reaksi Kimia
Bercak perak adalah perak sulfida, Ag2S. Senyawa ini terbentuk
ketika senyawa yang mengandung belerang di udara atau ma kanan bereaksi dengan perak. Penulisan persamaan reaksi kimia ini adalah.
Ag(s) + H2S(g) → Ag2S(s) + H2(g).
Sekarang perhatikan persamaan tersebut. Ingat bahwa zat tidak tercipta atau musnah dalam reaksi kimia. Perhatikan bahwa terdapat satu atom perak pada pereaksi, yaitu Ag(s). Akan tetapi, terdapat dua atom perak dalam hasil reaksi, yaitu Ag2S(s). Satu atom perak tidak dapat
begitu saja menjadi dua. Persamaan tersebut harus disetarakan sehingga dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi dalam reaksi tersebut. Persamaan reaksi kimia yang setara mempunyai jumlah atom masing-masing unsur yang sama pada kedua ruas persamaan tersebut. Untuk memastikan apakah persamaan itu setara, buatlah bagan yang ditunjukkan dalam Tabel berikut.
Atom Jumlah atom
Ag + H2S Ag2S + H2
Ag H
S 1 2
1 2 2
1
Jumlah atom hidrogen dan jumlah atom belerang setara. Namun terdapat dua atom perak di sebelah kanan sedangkan di sebelah kiri hanya satu. Persamaan tersebut tidak setara. Untuk menyetarakan persamaan, jangan mengubah angka pada rumus yang sudah benar. Letakkan angka
koefisien di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi sehingga jumlah atom perak pada kedua sisi. Jika tidak ditulis angkanya, berarti koefisien tersebut satu.
Bagaimana anda menentukan koefisien yang digunakan untuk menyetarakan persamaan tersebut? Penentuan ini biasanya merupakan proses mencoba-coba. Jika terlatih, proses tersebut menjadi mudah.
Pada persamaan reaksi kimia bercak perak, atom-atom belerang dan hidrogen sudah setara. Tidak perlu menambahkan koefisien didepan rumus-rumus yang mengandung atom-atom ini. Kemudian perhatikan rumus-rumus yang mengandung atom-atom perak: Ag dan Ag2S. Di sisi kanan terdapat dua atom perak, sedangkan di sisi kiri hanya terdapat satu. Jika ditambahkan koefisien 2 didepan Ag, persamaan tersebut menjadi setara, seperti ditunjukkan dalam Tabel berikut.
Atom Jumlah atom
2Ag + H2S Ag2S + H2
Ag H
S 2 2
1 2 2
1
2Ag(s) + H2S(g) → Ag2S(s) + H2(g).
Langkah-langkah menyetarakan Reaksi Kimia
Cara tabel (langsung)
Jika sepotong pita magnesium terbakar dalam labu berisi oksigen, terbentuklah serbuk putih yang disebut magnesiun oksida. Untuk menulis persamaan reaksi kimia yang setara untuk sebagian besar reaksi, ikuti 4 langkah berikut ini.
Langkah 1. Gambarkan reaksi dalam kata-kata, letakkan pereaksi disisi kiri dan hasil reaksi di sebelah kanan. Magnesium plus oksigen menghasilkan magnesium oksida.
Langkah2. Tulis persamaan reaksi kimia untuk reaksi tersebutmenggunakan rumus-rumus dan lambang-lambang. Rumus untuk unsur-unsur umumnya hanya lambang-lambang. Akan tetapi, harus diperhatikan bahwa oksigen adalah molekul diatomik, O2. Mg(s) + O2(g) →MgO(s).
Langkah 3. Hitunglah atom dalam persamaan. Buatlah bagan (tabel) untuk membantumu. Atom-atom magnesium sudah setara, namun atom-atom oksigen belum. Oleh karenanya persamaan ini belum setara.
Atom Jumlah atom
Mg + O2 MgO
Mg O 1 2 1 1
Langkah 4. Tentukan koefisien yang menyetarakan persamaan tersebut. Ingat, untuk menyetarakan persamaan jangan mengubah angka pada rumus yang sudah benar. Coba dengan memberi koefisien 2 di depan MgO untuk menyetarakan oksigen. Mg(s) + O2(g) → 2MgO(s)
Sekarang terdapat dua atom Mg di sisi kanan sedangkan di sisi kiri hanya
satu jadi koefisien 2 juga dibutuhkan oleh Mg. 2Mg(s) + O2(g) → 2MgO(s).
Atom Jumlah atom
2Mg + O2 2MgO
Mg O 2 2 2 2
Contoh
Tuliskan reaksi berikut dan setarakan
a. Logam tembaga direaksikan dengan padatan belerang menghasilkan
tembaga (I) sulfida, Cu2S.
b. Logam natrium direaksikan dengan air menghasilkan larutan
natrium hidroksida (NaOH) dan gas hidrogen.
Jawab a.
Atom Jumlah atom
2Cu + S Cu2S
Cu S 2 1 2 1
2Cu(s) + S(s) → Cu2S(s)
b.
Atom Jumlah atom
2Na + 2H2O 2NaOH + H2
Na H
O 2 4
2 2 4
2
2Na(s) + 2H2O(l) → 2NaOH(aq) + H2(g)
Cara abc (Substitusi)
Cara ini dilakukan dengan memberi koefisien sementara dengan huruf a,b,c,d dan seterusnya. Kemudian melakukan substitusi dengan berpedoman bahwa jumlah masing-masing atom di ruas kiri dama dengan jumlah atom pada ruasn kanan. Langkah-langkah:
Langkah 1 : memberi koefisien sementara, pilih rumus kimia yang paling kompleks dan berilah koefisien 1, sedangkan yang lainnya berilah koefisien a, b, c, dan seterusnya
Langkah 2 : menyelesaikan secara substitusi, dengan prinsip jumlah masing-masing atom di ruas kiri = ruas kanan
Langkah 3 : menuliskan hasil akhir
Contoh:
Setarakan reaksi Mg(s) + O2(g) → MgO(s).
Jawab:
Langkah 1. rumus kimia yang paling kompleks MgO
a Mg + b O2 → MgO langkah 2.

Jumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil
Atom Mg a = 1 a = 1
Atom O 2b = 1 b= 1/2
Langkah 3.
Mg + O2 →2 MgO
Agar koefisien tidak pecahan, maka kalikan dengan 2, sehingga:
2 Mg + O2→ 2 MgO
Setarakan reaksi:
C7H16 + O2 → CO2 + H2O Jawab
Langkah 1: rumus kimia paling kompleks C7H16 1C7H16 + a O2 → b CO2 + c H2O
Langkah 2:

Jumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil
Atom C 7 = b b = 7
Atom H 16 = 2c c = 8
Atom O 2a = 2b + c 2a = (2 x 7)+ 8 2a = 22 a = 11
Setarakan reaksi: Al + H2SO4 → Al2(SO4)3 + H2
Jawab
Langkah 1: Rumus kimia paling kompleks Al2(SO4)3
a Al + b H2SO4 → 1 Al2(SO4)3 + c H2 langkah 2:

Jumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil
Atom Al a = 2 a = 2
Atom S b = 3 b = 3
Atom O 4b = 12 b = 3
Atom H 2b = c 2 x 3 = c c = 6